Fungsi dan Cara Kerja BIOS dalam Perangkat Lunak Komputer

Fungsi dan cara kerja BIOS menjadi peran utama dalam komputer. Jika tidak ada, maka komputer kalian sulit dalam pengoperasiannya. Bisa juga malah tidak dapat beroperasi karena perangkat lunak sistem operasi tidak jalan.

Baca Juga : Spyware Pegasus sebagai Perangkat ataukah Software?

Perangkat lunak ini pasti ada di dalam komputer dan wajib ada. Banyak yang sudah mengetahui tentang perangkat ini karena fungsi serta cara kerja BIOS sangat penting bagi komputer. Jadi kalian perlu memperhatikan komponen yang ada dalam perangkat lunak ini. 

Pengertian Fungsi dan Cara Kerja BIOS

Fungsi dan cara kerja BIOS

Dalam dunia IT pasti sudah banyak yang mengenal fungsi dan cara kerja BIOS. BIOS (Basic Input Output System) merupakan sistem operasi yang mengatur penginputan serta output data setiap interaksi program berjalan pada komputer. 

Perangkat lunak ini berbeda dengan yang lain karena sistem BIOS tersimpan pada suatu chip khusus. Chips khusus biasa disebut dengan memory flash atau CMOS. Sering juga disebut sebagai perangkat lunak yang mengatur fungsi perangkat keras. 

Karena memang perangkat ini mengatur data antara komputer dengan perangkat keras. Misalnya yaitu printer, keyboard, mouse, hard disk dan juga adaptor video. Jika kalian ingin mengakses bisa menekan tombol F2, F1, F10, F12 atau bisa juga tekan DEL. 

Maka dari itu agar komputer kalian berjalan dengan baik perlu memerlukan sistem BIOS. Umumnya setiap komputer sudah terpasang untuk pengoperasiannya. Jika kalian mengetahui fungsi dan cara kerja BIOS dengan baik akan mudah dalam mengoperasikan komputer. 

3 Fungsi BIOS pada Komputer

Fungsi dan cara kerja BIOS tentunya sangat mempengaruhi kinerja komputer kalian. Karena fungsi dari perangkat lunak ini luar biasa pada komputer. Tanpa adanya mendeteksi data sistem, program yang dijalankan tidak akan hidup. 

Apalagi untuk menjalankan hardware maka kalian harus mengoptimalkan kinerja software ini. Jika mempunyai kualitas bagus maka kinerja saat menjalankan juga bisa cepat serta lancar tanpa adanya gangguan. 

Secara umum, fungsinya yaitu sebagai penguji, mengkonfigurasi, mengidentifikasi serta menghubungkan suatu perangkat keras ke sistem operasi setelah komputer nyala. Berikut beberapa fungsi dari Basic Input Output System :

Sebagai Pemberi Informasi Dasar Komputer 

Sebagai pemberi informasi dasar komputer terkait sistem yang dijalankan. Informasinya yaitu seperti data memori sistem operasi untuk media yang diinstal. Memuat sistem operasi yang akan jalan seperti hubungan dengan komponen penting yaitu drive dan memory. 

Sebagai Konfigurasi Dasar Komputer 

Sebagai konfigurasi dasar komputer dengan cara memberikan sebuah data untuk mengoperasikan sistem operasi. Dalam prosesnya kalian bisa mengatur sendiri sesuai keinginan. Jika Basic Input Output System sudah memberikan data sistem operasi bisa dijalankan. 

Melakukan POST (Power On Self Test) 

Power On Self Test merupakan operasi setelah komputer nyala namun OS belum melakukan booting. Maka saat proses instalasi kalian bisa melakukan pengecekan. Kalian juga bisa memahami spesifikasi komputer di dalamnya seperti apa. 

Karena spesifikasi juga penting yang harus kalian ketahui. Manfaat dari memerintah POST yaitu untuk memastikan kinerja kerjasama sistem operasi berjalan baik. Dalam hal ini, Basic Input Output System menginstruksikan mikroprosesor untuk menghidupkan komputer. 

Fungsi dan cara kerja BIOS lain yang dilakukan dalam mikroprosesor yaitu dengan mengaktivasi chip dalam beberapa komponen seperti kartu grafis dan SCSI. Peripheral komputer perlu dikelola dengan rutinitas rendah saat proses berlangsungnya startup. Kesimpulannya dalam perangkat lunak ini, ada beberapa fungsi penting di dalamnya yaitu : 

  • Mengecek kinerja hardware seperti mouse, keyboard, USB dan lainnya. 
  • Pengaturan proses saat menghidupkan komputer serta memproses sistem operasi atau booting
  • Mengatur penyimpanan
  • Membaca data untuk mulai sistem operasi suatu komponen komputer

Komponen dalam Program BIOS

Fungsi dan cara kerja BIOS

Dalam menjalankan fungsi dan cara kerja BIOS ada beberapa komponen penting agar dapat berjalan dengan baik. Komponen-komponen ini bisa kalian perhatikan agar sistem berjalan lancar tanpa ada kendala. Berikut beberapa komponen di dalam Basic Input Output System: 

Bootstrap Utama

Bootstraper utama merupakan sistem penting untuk melakukan proses booting. Kalian perlu menginstal terlebih dahulu untuk menjalankannya. Perlu kalian ketahui proses booting lancar karena adanya peran dari bootstrapper utama ini. 

Driver

Driver dalam menjalankan fungsi dan cara kerja BIOS ini yaitu sebagai perantara antara hardware dengan komputer. Driver sendiri untuk menyetir agar dapat mengoperasikan komputer secara lancar misalnya menjalankan VGA, processor serta input device. 

BIOS Setup

Merupakan suatu program mengubah pengaturan antara perangkat keras dengan sistem. Maka dikenal dengan Complementary Metal Outside Semiconductor atau CMOS. Sebagai penyimpan hasil periksa sistem data komputer.

Kalian bisa mengubah konfigurasi seperti drive, hard disk, manajemen daya serta kinerja dalam komputer sesuai keinginan. Masih banyak lagi beberapa detail untuk mengubah konfigurasi namun kalian perlu mempelajari terlebih dahulu karena perlu adanya suatu keahlian juga. 

Cara Kerja BIOS pada Komputer 

Fungsi dan cara kerja BIOS sangat berpengaruh terhadap jalannya sistem operasi. Pada umumnya setiap komputer memiliki atau mengandung mikroprosesor sebagai unit pemrosesan pusat. Mikroprosesor ini menjalankan serangkaian instruksi sebagai perangkat lunak. 

Basic Input Output System ini memastikan semuanya berfungsi bersama seperti hard drive, chip, port serta CPU. Hal utama yang dilakukan adalah memeriksa data dalam jumlah kecil RAM pada chip Complementary Metal Outside Semiconductor atau CMOS. 

CMOS akan menyediakan informasi rinci khusus pada sistem dan kalian bisa mengubahnya saat berubah. Informasi ini berguna untuk melengkapi program bawaan sesuai dengan kebutuhan. 

Untuk fungsi dan cara kerja BIOS bekerja dengan sangat kompleks dalam menjalankan sistem. Berikut urutan cara kerja BIOS pada komputer: 

  • Saat memulai atau menyalakan komputer, hal pertama yang akan kalian lihat adalah perangkat lunak BIOS ini. Disana akan menampilkan informasi seperti jumlah memori, jenis hardisk dan spesifikasi lainnya. 
  • Selanjutnya BIOS memeriksa pengaturan Complementary Metal Outside Semiconductor atau CMOS serta memuat penanganan jika terjadi interupsi. Dengan itu akan menentukan memory dapat beroperasi atau tidak. 
  • Jika tidak, maka ada informasi driver pada ROM di motherboard. 
  • Selanjutnya, memeriksa apakah boot yang jalan cool boot atau reboot. Cool boot adalah menyalakan komputer dalam keaadaan mati. 
  • Jika mulai menyalakan dalam keadaan mati, maka akan memverifikasi RAM dengan membaca data memori. Biasanya memeriksa port USB untuk menjalankan keyboard dan mouse. 
  • Jika terjadi kesalahan saat proses POST, kalian akan mendapat pesan di layar. Kesalahan biasanya berhubungan dengan masalah hardware.
  • Kemudian akan menampilkan data atau informasi tentang prosesor serta hard drive.
  • Setelah itu akan memeriksa bootstraps utama dengan urutan sesuai aturan. 

Secara umum saat pertama kali menyalakan yaitu memeriksa pengaturan CMOS, muat penanganan interupsi drive perangkat, install manajemen daya, melakukan POST, menampilkan pengaturan dan terakhir menentukan perangkat boot dan mulai bootstrap. 

Macam-macam BIOS Perangkat Lunak

Fungsi dan cara kerja BIOS

Karena fungsi dan cara kerja BIOS menjadi peran utama sebagai software, ada beberapa macam atau jenis yang bisa kalian gunakan. Tersedia berbagai macam namun performa dalam setiap jenisnya berbeda. Berikut beberapa macam-macam Basic Input Output System: 

Award BIOS

Jenis ini mempunyai kelebihan dalam memudahkan kalian melakukan konfigurasi. Award masuk dalam Phoenix Technologies pada September 1998. Saat proses Power On Self Test kalian bisa menekan tombol DEL. 

Phoenix BIOS

Phoenix ini hampir sama dengan Award karena masuk dalam Phoenix Technologies. Kelebihannya adalah terdapat dalam pengelolaan teknologi komponen serta mampu mengaktifkan pengaturan. 

AMI BIOS

AMI atau American Megatrend International merupakan software yang sering dipakai. Kelebihan AMI terletak pada kompatibilitas baik serta menyediakan pengembangan yang bagus pada produknya. 

IBM BIOS 

IBM dikembangkan oleh Perusahaan IBM di New York Amerika Serikat. Kelebihan dari software amerika ini yaitu karena Perusahaan produsen terkenal jadi sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Untuk macam-macam software Basic Input Output System lainnya yaitu ada: 

  • Phine Group
  • PC Partner
  • Micron 
  • Jetway
  • Intel
  • Gateway
  • Fujitsu
  • Flexus
  • Dell Computer
  • ASUS
  • Acer
  • Computex
  • Biostar
  • Abit 

Dari banyaknya macam-macam yang tersebar serta dengan keunggulannya masing-masing menjadi bukti bahwa, fungsi dan cara kerja BIOS memang sangat penting. Oleh karena itu kalian perlu mulai sekarang perhatikan software tersebut agar masih tetap berjalan lancar. 

Basic Input Output System adalah sistem pengoperasian komputer dengan menganalisis data atau informasi dalam sebuah komponen di dalamnya. Mempunyai pengaruh besar terhadap jalannya hardware. 

Baca Juga : Kumpulan Cheat Bully PS2, Komputer dan Xbox Work 100%

Tanpa adanya software ini maka hardware kalian tidak akan berjalan semestinya menjalankan kegunaanya. Dari mulai menyalakan sistem booting hingga konfigurasi atau seting sesuai dengan keinginan. Maka dari itu kalian perlu memaksimalkan fungsi dan cara kerja BIOS.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button